Kisah Tukang Gorengan

Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal.

Tanpa terasa, sudah lebih dari 25 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti, usahanya tetap begitu-begitu saja.

Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, “Ada gorengan singkong, Pak?”

Si tukang gorengan lantas menjawab, “Nggak ada, Mas.”

Hasil gambar untuk tukang gorengan

“Saya kangen sama singkongnya, Pak. Dulu waktu saya masih kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi singkong goreng kepada saya setiap kali saya main di dekat gerobak bapak,” ujar pria muda itu.

Tukang gorengan terperangah. “Yang saya berikan dulu kan cuma singkong goreng. Kenapa kamu masih ingat saya?”

“Bapak tidak sekadar memberi singkong goreng, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia,” lanjut pria itu.

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar.


Selalu bersyukur dan berbuat baik kepada semua orang. Sekecil apapun, bila dilakukan dengan ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan.